Carbon counting in Berau. (c) Bridget Besaw

Struktur Kepemimpinan

Dalam tataran global dan lokal, staf The Nature Conservancy berkomitmen untuk menghormati integritas, keberagaman, dan hasil yang bertahan lama.

The Nature Conservancy dipimpin oleh seorang CEO dan Presien Mark Tercek yang telah berpengalaman bekerja selama 25 tahun sebagai direktur pelaksana Goldman Sachs. Mark yang bergabung sejak tahun 2008, memanfaatkan pengalaman bisnisnya dalam memimpin Conservancy. Ia berada di barisan terdepan dalam menggagas ide modal alam yaitu sebuah sistem yang menghargai alam bagi kepentingan alam itu sendiri sekaligus layanan yang diberikannya kepada masyarakat seperti udara dan air bersih, lahan produktif dan iklim yang stabil.
 

Struktur Kepemimpinan TNC Program Indonesia 

RIZAL ALGAMAR, Direktur Eksekutif

Rizal Algamar adalah Country Director The Nature Conservancy - Program Indonesia sejak 2012 dan Ketua Dewan Manajemen Yayasan Konservasi Alam Nusantara sejak tahun 2015. Dengan pengalaman 20+ tahun di sektor korporasi dan non-profit, latar belakang Rizal mencakup perdagangan internasional, dan pengembangan bisnis, FMCG dan sektor keuangan di berbagai konglomerat Indonesia. Ia juga bekerja dengan Putera Sampoerna Foundation, yayasan swasta terbesar di Indonesia yang menyediakan akses dan kualitas pendidikan sebagai Head of Partnership. Sebelum bergabung dengan The Conservancy, dia bekerja sebagai Senior Vice President di Bank BTPN, yang dimiliki oleh perusahaan ekuitas swasta berbasis Amerika Serikat, TPG Capital, di mana dia merancang dan menerapkan program CSR yang sukses di bidang kesehatan & kesejahteraan, pelatihan pengembangan kapasitas kewirausahaan dan program pemberdayaan masyarakat untuk segmen pasar massal. Program CSR yang dibangun bertujuan untuk meningkatkan bisnis pelanggan, mata pencaharian dan gaya hidup sehat. Hasrat pribadinya dalam mengembangkan dampak pada skala melalui tanggung jawab sosial dan keberlanjutan yang seimbang dengan perspektif bisnis pragmatis dan keunggulan organisasional.

HERLINA HARTANTO, Direktur Program Terestrial

Herlina Hartanto mulai bekerja sama dengan TNC Indonesia pada bulan Februari 2010 sebagai Manajer Senior Program dan Pembelajaran Terestrial. Kurang dari setahun kemudian, dia memimpin tim Komunitas Hutan dan Kawasan Lindung sebelum secara resmi menjadi Manajer Senior Komunitas dan Area Lindung kami di bulan Mei 2012. Sebelum bergabung dengan TNC, Herlina adalah seorang ilmuwan di Pusat Penelitian Kehutanan Internasional (CIFOR), 1997- 2005, melakukan penelitian di beberapa negara mengenai kriteria dan indikator yang terkait dengan air untuk pengelolaan hutan lestari, pengelolaan kolaboratif adaptif hutan masyarakat dan pemantauan kolaboratif. Kekayaan pengalamannya juga mencakup merancang, mengelola, dan mengevaluasi proyek-proyek yang didanai bilateral dan multilateral. Herlina memperoleh gelar PhD dari Monash University, Australia, mengenai ekologi politik lembaga adat di Sumatera Tengah, Indonesia. Sebagai Direktur Program Terestrial, Herlina memimpin, mengelola dan menerapkan komponen terestrial dari program kerja TNC di Indonesia.

MUHAMMAD IMRAN AMIN, Deputi Direktur Program Kelautan dan Pesisir 

Imran bergabung dengan TNC pada bulan Juni-2006 dengan peran utama untuk membantu Program Kelautan dalam mengembangkan dan menyusun strategi kebijakan kelautan di Indonesia. Selama hampir 20 tahun pengalaman, Imran telah terlibat dalam tim pengembangan peraturan Kelautan di Indonesia, mulai dari peraturan presiden sampai menteri hukum. Imran lulus dari Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor pada tahun 1996 dan pendiri Yayasan Telapak Indonesia. Telapak adalah asosiasi aktivis LSM, praktisi bisnis, akademisi, afiliasi media dan pemimpin masyarakat adat, nelayan, dan petani di Indonesia terhadap keberlanjutan, kedaulatan, dan integritas.

DR. PETER MOUS, Direktur Program Perikanan

Dr. Mous bergabung dengan TNC pada Januari-2014. Dalam peran ini, Dr. Mous memimpin, mengembangkan, mengelola dan melaksanakan Rencana Bisnis Konservasi Program Perikanan. Dr. Mous memperoleh gelar PhD di bidang Perikanan dari Universitas Pertanian Wageningen di Belanda. Sebelumnya dia bekerja dengan Chemonics, kontraktor untuk Proyek Dukungan Kelautan dan Iklim USAID Indonesia (IMACS), di mana dia menjadi Penasihat Teknis Perikanan Berkelanjutan. Kekuatan Dr. Mous adalah pemantauan penggunaan ekologi dan sumber daya, analisis kuantitatif perikanan rakyat pesisir, pengembangan rencana zonasi dan instrumen pemantauan kemajuan, dan pelatihan praktisi. Pada 2007-2008, ia bekerja sebagai Penasihat Wilayah Konservasi Laut Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang yang didanai Bank Dunia, yang dilaksanakan oleh Kementerian Kehutanan dan Kelautan dan Perikanan. Sebelum itu, ia bekerja sebagai Penasihat Ilmiah Kawasan Konservasi Laut dan Perikanan untuk Konservasi Alam di Indonesia, mendukung program konservasi laut yang berkembang pesat selama periode 1998 - 2007. Dalam kapasitas ini, Dr. Mous memperoleh pengalaman yang luas mengenai konservasi laut di Negara berkembang, dan dia memberikan pengawasan teknis untuk proyek konservasi laut di Komodo, Raja Ampat, Wakatobi, dan Derawan.

STEFANUS R. ARYAWAN, Direktur Bidang Pengembangan

Seorang manajemen strategis tingkat senior dengan latar belakang ekstensif dalam bidang Manajemen Strategis, Hubungan Klien, Keuangan dan Akuntansi, Teknologi Informasi, Hukum dan Sumber Daya Manusia dengan pengalaman profesional selama lebih dari 20 tahun. Bertanggung jawab dalam mengawasi semua kegiatan penggalangan dana di dalam negeri yang mencakup Keterlibatan Perusahaan, Filantropi Swasta, Membership (ritel) dan Public Funding. Sebelumnya pernah bekerja di Putera Sampoerna Foundation pada tahun 2005-2011 sebagai Kepala Pengembangan Bisnis dan kemudian menjabat sebagai Chief Financial Officer dari tahun 2007-2011. Sebelum itu, Stefanus menempuh karir di Bank International Indonesia (BII) pada tahun 2004-2005 sebagai Manajer Program Perencanaan. Stefanus meraih gelar Bachelor of Marketing dari Boston College, Cambridge.

WAHJUDI WARDOJO, Penasihat Senior untuk Kebijakan Terestrial

Wahjudi Wardojo memiliki gelar S1 bidang kehutanan dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia, dan Michigan State University, East Lansing, AS, untuk gelar masternya. Setelah pensiun dari Departemen Kehutanan, saat ini menjabat sebagai Penasihat Senior TNC untuk Kebijakan Konservasi. Dalam posisi ini, dia bekerja sama dengan Tim Kebijakan Iklim Internasional TNC di tingkat internasional, regional, dan nasional dan memberi saran TNC dalam mengembangkan Program Karbon Hutan di Berau pada khususnya dan Program Indonesia pada umumnya. Atas nama TNC, dia juga merupakan anggota pengganti Komite Pengawasan Proyek Debt for Nature Swap di bawah Tropical Forest Conservation Act 2 (TFCA 2), untuk Kalimantan. Dia juga anggota United Nations on Sustainable Development Solutions Network (SDSN), Indonesian Chapter (2013), dan anggota dari Netherlands Land of Land Governance (LANDac) 'Land Forum Utrecht University, Netherlands (2013). Pada 2001-2005 dia adalah Sekretaris Jenderal Kementerian. Dia juga Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam (2001), Direktur Jenderal Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (FORDA 2005-2009) serta Penasihat Khusus dan Sekretaris Menteri (2000). Sebelum penugasan ini, dia ditugaskan sebagai Atase Kehutanan di KBRI Tokyo (1997-1999).

ADE SWARGO MULYO, Direktur Komunikasi dan Pemasaran

Ade mendapatkan gelar Master di bidang keuangan dan manajemen strategis dari PPM School of Management dan studi lanjut untuk pengembangan dari Centro Internationale del Lavoro, Turin, Italia. Beliau memiliki pengalaman bertahun-tahun bekerja di Development Agency internasional dan menjabat posisi senior di United Nation Development Program (UNDP), Program Lingkungan USAID dan Swiss Technical Cooperation. Sebelum bekerja di bidang pengembangan, Ade bekerja di beberapa sektor swasta seperti Alatief Corporation, Freeport McMoran dan industri perbankan.

BACHRUN IDRIS, Direktur Keuangan dan Operasional

Bachrun bergabung dengan TNC sejak Januari 2006 untuk menjabat sebagai Direktur Keuangan untuk Program Indonesia. Dia bertanggung jawab atas keseluruhan pengelolaan keuangan organisasi, melapor kepada Direktur Keuangan & Operasional Regional dengan garis putus-putus kepada Pemimpin Triumvirat. Bagian dari tugasnya meliputi pengelolaan keuangan multi program dan multi donor, pelaporan dan analisis keuangan, manajemen hibah, persiapan dan pengendalian anggaran, audit internal dan kepatuhan, perpajakan dan administrasi penggajian. Sebelum bekerja untuk organisasi nirlaba, Bachrun menghabiskan 20 tahun di bidang manufaktur dan enam tahun dalam perdagangan dan distribusi, di mana 19 tahun terakhir bertugas sebagai direktur keuangan di lima perusahaan multi nasional. Ia lulus dari Akademi Manajemen Industri dan Universitas Indonesia, keduanya di Jakarta, masing-masing jurusan akuntansi dan keuangan bisnis.