Terumbu Karang Mampu Bertahan, tapi Tidak untuk Selamanya
Oleh Mark Spalding, Peneliti Senior Kelautan The Nature Conservancy

Ternyata terumbu karang tidak serentan dugaan selama ini. Menurut Mark Spalding, peneliti senior kelautan The Nature Conservancy (TNC), beberapa terumbu karang dunia seperti terumbu karang di British Indian Ocean Territory dan Seychelles menunjukkan proses pemulihan dalam satu dekade setelah mengalami kerusakan parah pada tahun 1998 akibat kenaikan temperatur perairan yang mengakibatkan pemutihan karang. Temuan itu dirilis oleh TNC pada tanggal 12 November 2015. Kemungkinan terumbu karang dapat memulihkan dirinya melalui kombinasi adaptasi yang cepat dan ketahanan alami.

Jeff Yonover_730

Terumbu karang mampu bertahan terhadap berbagai ancaman alami dan aktivitas manusia. Namun, kemampuan setiap terumbu karang untuh pulaih dari berbagai ancaman tersebut beragam dan masih membutuhkan penelitian lebih luas. (c) Jeff Yonover

 

Terumbu karang mengalami berbagai ancaman mulai dari pengasaman dan peningkatan suhu air laut serta berbagai aktivitas manusia. Peristiwa pemutihan karang dalam skala luas nampaknya kini mulai melanda lautan dipicu oleh fenomena El Niño. Semoga kali ini terumbu karang segera pulih seperti pada tahun 1998.

Nampaknya ketahanan setiap terumbu karang terhadap ancaman alami dan buatan berbeda-beda. Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui ketahanan terumbu karang di beberapa wilayah. Namun, bukan berarti kita bisa berpangku tangan. Kinilah saat yang tepat untuk mulai melindungi terumbu karang dari kerusakan yang lebih parah dengan cara mengurangi ancaman lokal seperti sedimentasi, penangkapan ikan berlebihan dan polusi. Pengelolaan terumbu karang yang baik akan memperpanjang waktu bagi jutaan orang yang menggantungkan hidup padanya dan memberikan kesempatan kepada kita untuk mengupayakan tindakan global yang secara drastis dapat mengurangi emisi gas rumah kaca yang juga mengancam terumbu karang. Masa depan terumbu karang berada di tangan kita.

Terumbu karang yang hanya mencakup 0,07 persen luas permukaan laut, sangat penting bagi 275 orang yang tinggal di sekitarnya. Terumbu karang juga menopang seperempat perikanan skala kecil di dunia, menciptakan lapangan pekerjaan, dan melindungi daratan dari badai, banjir dan erosi.

 

Comments :