Story Maps: Bercerita dengan Peta
Oleh: Musnanda Satar

Sebuah cerita selalu memiliki aspek lokasi. Dalam sebuah cerita, jawaban atas pertanyaan dimana dapat dijelaskan dalam teks yang panjang atau lebih mudah ditampilkan hanya dengan sebuah peta. Bercerita dengan peta menjadi tren dalam berbagai kegiatan, termasuk kegiatan konservasi.

Menyampaikan pesan konservasi selalu dihubungkan dengan pertanyaan dimana kegiatan dilakukan? Dunia konservasi membutuhkan data dan kajian spasial yang kemudian disampaikan dalam sebuah peta. Saat ini, peta, cerita, dan foto dapat digabungkan dalam sebuah media publikasi online yang bernama story maps. Story maps merupakan sebuah perangkat yang untuk bercerita dengan peta. Story maps menggabungkan peta, cerita dalam bentuk teks dan gambar. Story maps disediakan oleh ESRI dan telah digunakan oleh banyak lembaga serta individu yang ingin bercerita dengan peta. Story maps dapat ditampilkan dalam berbagai pilihan mulai dari komputer, tablet dan mobile phone. Perkembangan story maps begitu pesat dan digunakan untuk banyak cerita mulai dari hal teknis sampai pada hal yang sifatnya humanis. Dalam bidang konservasi, disediakan subyek tersendiri yang menampilkan semua story maps yang dibuat untuk tujuan konservasi. The Nature Conservation (TNC) adalah satu dari beberapa lembaga yang menggunakan story maps sebagai alat untuk publikasi.

 

story map_730

Story maps yang dibuat TNC. (c) TNC

Membuat story maps tidak sulit, bisa dilakukan oleh para pengguna GIS tingkat pemula yang menguasai ArcMap tingkat dasar. Membuat story maps bisa dilakukan dengan tahapan; (1) membuat konsep untuk merencanakan isi dari setiap halaman yang akan dibuat, (2) pengumpulan dan mengolah data, (3) membuat akun arcgis online, (4) memulai story maps dimulai dengan memilih template yang akan digunakan, (5) Mempublikasikan story maps merupakan langkah terakhir, dimana pada template pembuatan akan diberikan pilihan publish ke internal atau ke publik, ini ditampilkan dalam galeri ESRI atau tautan story maps.

TNC Indonesia program telah memulai untuk membuat beberapa story maps sebagai sebuah media untuk mengkomunikasikan beberapa kegiatan yang dilakukan di Indonesia. Salah satu yang sudah dibuat adalah Konservasi Orangutan di Kalimantan Timur. Cerita ini dapat diakses melalui web: http://arcg.is/22S4mMu
Story Maps Orangutan ini dibangun untuk menampilkan kegiatan konservasi orangutan di Kalimantan Timur berbasis bentang alam (landscape). Dengan sasaran pembaca global, maka story maps ini dibuat dalam bahasa Inggris.

story map_730
Story Maps Orangutan. (c) TNC 

Story maps lainnya yang sedang dikerjakan adalah Story Maps Ekosistem Karst di Kalimantan Timur. Story maps ini dibuat untuk menampilkan informasi mengenai karst sebagai ekosistem penting yang harus dilindungi dan secara spesifik kemudian bercerita mengenai Ekosistem Karst Sangkulirang-Mangkalihat yang terdapat di Kalimantan Timur serta ancaman atas kelestariannya. Story maps ini dapat diakses di web: http://arcg.is/2iqCeO7
Pembaca yang disasar adalah kalangan umum di Kalimantan, khususnya Kalimantan Timur. Karena itulah story maps ini dibuat dengan bahasa Indonesia.

story map_3_730
Story Maps Ekosistem Karst. (c) TNC

 

 

Comments :