Reruntuhan Kapal Juga Dapat Menjadi Lokasi Wisata dan Rumah Ikan
oleh Purwanto

Kebijakan tegas Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membakar dan menenggelam kapal yang tertangkap mencuri ikan di Indonesia menjadi topik diskusi menarik. Banyak masyarakat yang baru menyadari beberapa fakta berikut:

  • Kerugian negara akibat illegal fishing diperkirakan sekitar 300 trilyun rupiah per tahun, lebih besar dari jumlah total APBD semua kabupaten di semua provinsi di Papua, Maluku, dan Sulawesi.
  • Pembakaran dan penenggelaman kapal diatur dalam UU No. 45 tahun 2009 tentang Perikanan. Pasal 69 ayat 4 mengatakan: “Dalam melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyidik dan/atau pengawas perikanan dapat melakukan tindakan khusus berupa pembakaran dan/atau penenggelaman kapal perikanan yang berbendera asing berdasarkan bukti permulaan yang cukup”.
  • Sampai saat ini sudah lebih dari 300 kapal pencuri ikan ditenggelamkan termasuk 81 kapal yang ditenggelamkan pada tanggal 1 April 2017 di berbagai daerah, dari ujung barat Indonesia seperti Aceh, Natuna, Riau, hingga Kalimantan, Bitung, Ambon, dan Merauke yang berada di ujung Timur Indonesia. Namun, masih banyak kapal illegal fishing yang nekad beroperasi karena banyaknya ikan di perairan Idonesia.

 Ship Wreck 4_730

Reruntuhan kapal dapat menjadi tempat bermain bagi dan rumah berbagai jenis ikan. (c) Awaludinnoer/TNC

Pada tanggal 20 Februari 2017, saya menyelam di bangkai Kapal Motor Thanh Cong 99612 yang ditenggelamkan di Raja Ampat pada tanggal 10 Februari 2015. Kapal ikan sebesar 55 Gross Ton tersebut tertangkap pada tanggal 19 Januari 2015 ketika sedang mencuri ikan di perairan Misool, Raja Ampat. Sebagian besar hasil curiannya adalah penyu yang dilindungi dan hiu yang penting bagi ekologi dan pariwisata. Hiu adalah ikan yang dilindungi di Raja Ampat melalui Peraturan Daerah Raja Ampat No 9 tahun 2012.

Ship wreck_6_730

Reruntuhan kapal dapat menjadi lokasi training yang ideal bagi “advance diver”. (c) Awaludinnoer/TNC

Setelah menyelam dan melihat bangkai kapal tenggelam tersebut, kami menilai kapal tersebut berpotensi menjadi rumah dan tempat bermain ikan, tempat menempel dan tumbuh karang, lokasi wisata selam yang menarik terutama bagi penggemar “wreck diving”, dan menjadi lokasi pelatihan selam yang ideal khususnya bagi penyelam tingkat advance. Untuk penenggelaman selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan kedalaman, substrat dasar, dan metode penenggelaman. Kedalaman lokasi penenggelaman kapal sebaiknya di kedalaman antara 15 – 25 meter Karena ideal bagi tumbuhnya karang dan wisata menyelam. Substrat dasarnya sebaiknya berupa karang mati atau pasir yang dekat dengan terumbu karang dan juga disesuaikan dengan kemudahan akses menyelam. Metode penenggelaman kapal dengan dibakar mungkin perlu dievaluasi dampak negatifnya seperti pencemaran dan dampak negatif terhadap biota laut. Metode penenggelaman dengan melubangi palka atau bagian bawah kapal mungkin perlu dipertimbangkan. Cara ini kurang menarik untuk media publikasi dan “shock therapy”, tetapi mungkin lebih baik untuk biota dan pengembangan wisata.

Comments :