Aplikasi SIMAK untuk Mendukung Transparansi Penggunaan Dana Desa

Salah satu tantangan utama yang dihadapi aparat desa dalam pemanfaatan dana desa adalah bagaimana mengelolanya secara transparan, akuntabel dan partisipatif. Peningkatan besaran dana desa yang dialokasikan pemerintah melalui Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa) sebesar lebih dari 100% dari tahun sebelumnya memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perangkat desa untuk menggunakannya seefektif dan seefisien mungkin. Untuk membantu pengelolaan Alokasi Dana Kampung (ADK), TNC bersama para mitra telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Keuangan Kampung atau SIMAK. Sistem ini merupakan aplikasi perangkat lunak yang dirancang secara khusus agar dapat digunakan perangkat desa dalam mengelola ADK dan mempermudah pembuatan mekanisme pelaporan.

Pembuatan aplikasi SIMAK pertama kali dirintis di Kabupaten Berau pada akhir tahun 2013. Dalam pengembangannya, aplikasi ini dikerjakan bersama-sama Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Kampung (BPMPK) Kabupaten Berau dan Yayasan Komunitas Belajar Indonesia. Tahapan awal pengembangan aplikasi SIMAK dilakukan dengan fasilitasi kegiatan kajian kondisi kampung melalui penjajakan angket yang dilanjutkan dengan pelatihan dan pengenalan pengelolaan ADK yang berbasiskan aplikasi perangkat lunak. Tahap selanjutnya adalah pelatihan dan sosialisasi sistem informasi dan manajemen keuangan kampung untuk penguatan kapasitas aparatur kampung dalam menyusun pelaporan ADK kepada 100 kampung di 12 Kecamatan di Kabupaten Berau.

Blog_July16_Siswandi_730

Pengelolaan keuangan secara transparan dan akuntabel dapat dimulai dari tingkat kampung. (c) Siswandi/TNC

Pengembangan aplikasi ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Berau melalui Peraturan Bupati No. 58 tahun 2015 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Kampung dan Peraturan Bupati Berau No 4 Tahun 2016 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Tahun Anggaran 2016. SIMAK dikembangkan untuk melengkapi metode perencanaan pembangunan dan pengelolaan sumberdaya alam secara partisipatif yang disebut Aksi Inspiratif Warga untuk Perubahan (SIGAP). Pendekatan SIGAP disusun secara sistematis untuk mempermudah pendamping desa baik tenaga pendamping profesional, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa maupun pihak ketiga (organisasi masyarakat sipil), dalam mendampingi warga dan aparat desa dalam merencanakan dan melaksanakan pembangunan infrastruktur, menata lahan, mengembangkan ekonomi, mengelola sumberdaya alam, dan mengelola dan mempertanggungjawabkan dana yang diperolehnya. Kehadiran SIMAK diharapkan dapat mendukung keberhasilan aparatur kampung sebagai pilar utama pembangunan untuk perencanaan dan pengelolaan aset serta sumberdaya kampung secara baik, transparan, akuntabel dan partisipatif.

 

Comments :