Carbon counting in Berau. (c) Bridget Besaw

Struktur Kepemimpinan

Dalam tataran global dan lokal, staf The Nature Conservancy berkomitmen untuk menghormati integritas, keberagaman, dan hasil yang bertahan lama.

The Nature Conservancy dipimpin oleh seorang CEO dan Presien Mark Tercek yang telah berpengalaman bekerja selama 25 tahun sebagai direktur pelaksana Goldman Sachs. Mark yang bergabung sejak tahun 2008, memanfaatkan pengalaman bisnisnya dalam memimpin Conservancy. Ia berada di barisan terdepan dalam menggagas ide modal alam yaitu sebuah sistem yang menghargai alam bagi kepentingan alam itu sendiri sekaligus layanan yang diberikannya kepada masyarakat seperti udara dan air bersih, lahan produktif dan iklim yang stabil.
 

Struktur Kepemimpinan TNC Program Indonesia 

RIZAL ALGAMAR, Direktur Eksekutif

Rizal Algamar bergabung bersama TNC pada Oktober 2012, dengan pengalaman 14 tahun di sektor swasta. Sebelum bergabung dengan TNC, ia adalah Wakil Presiden Senior – Kepala Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Daya) pada sebuah bank komersial, Bank Tabungan Pensiunan Negara (BTPN). Ia bertanggungjawab dalam melibatkan pemangku kepentingan pada program CSR, menyempurnakan cetak biru CSR di tingkat bank, meningkatkan proses, struktur dan sistem, serta melembagakan sistem manajemen kinerja sosial dan membangun keselarasan dengan seluruh unit bisnis dan sumberdaya manusia. Algamar memperoleh gelar Master of Business Administration dari Institut Pengembangan Manajemen Indonesia (IPMI), Indonesia. Sebelumnya, memperoleh gelar Bachelor of Science di bidang Teknik Elektro dari DeVRY Institute of Technology, Amerika Serikat. 

HERLINA HARTANTO, Direktur Program Terestrial

Herlina Hartanto mulai bergabung dengan TNC Indonesia pada Februari 2010 sebagai Manajer Senior Pembelajaran dan Penerapan Program Terestrial. Kurang dari setahun kemudian ia memimpin tim Hutan Kemasyarakatan dan Kawasan Lindung sebelum resmi menjadi Manajer Senior Masyarakat dan Kawasan Lindung pada Mei 2012. Sebelum bergabung dengan TNC, Hartanto adalah peneliti di Center for International Forestry Research (CIFOR), 1997-2005, melakukan penelitian tentang kriteria dan indikator yang terkait dengan air untuk pengelolaan hutan berkelanjutan di beberapa negara, manajemen kolaboratif hutan masyarakat dan pemantauan kolaboratif. Kekayaan pengalamannya juga termasuk merancang, mengelola, dan mengevaluasi proyek yang didanai secara bilateral dan multilateral. Hartanto memperoleh gelar PhD. Dari Monash University, Australia, dalam ekologi politik lembaga hutan adat di Sumatera Tengah, Indonesia. Sebagai Direktur Program Terestrial, Hartanto memimpin, mengelola, dan melaksanakan komponen terestrial dari program kerja TNC di Indonesia dan akan bertanggungjawab atas hasil konservasi terestrial di daerah prioritas di Indonesia, di bawah arahan Direktur. 

MUHAMMAD IMRAN AMIN, Deputi Direktur Program Kelautan dan Pesisir 

Imran bergabung dengan TNC pada Juni 2006 dengan tugas utama untuk memperkuat dukungan Program Kelautan pada pemerintah Indonesia dalam mengembangkan dan menyusun strategi kebijakan kelautan. Dengan pengalaman di bidang konservasi laut selama hampir 20 tahun, Imran telah menjadi anggota penting dari tim pengembangan kebijakan kelautan Indonesia, dari undang-undang dan kebijakan tingkat presiden hingga kementerian. Imran lulus dari Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor pada tahun 1996.

SAPTO HANDOYO SAKTI, Direktur Bidang Eksternal

Sapto Handoyo Sakti bergabung dengan TNC sejak April 2013. Sakti bertanggungjawab atas pengawasan, perencanaan, dan pelaksanaan program pembangunan yang komprehensif yang mengamankan sumberdaya keuangan dari sektor swasta, yayasan, dan sektor public di Indonesia untuk mendukung tujuan konservasi kami di Indonesia. Ia mengembangkan, melaksanakan dan mengkoordinasikan program untuk mempengaruhi kebijakan dan finansial pemerintah di Indonesia. Sakti berasal dari Sinar Mas Forestry (SMF) dimana ia menjabat sebagai Kepala Komunikasi Perusahaan dan Hubungan Masyarakat. Sebelum itu, Sakti adalah Manajer Umum (Kepala Pengembangan Program) di Eka Tjipta Foundation, dan Direktur Komunikasi di Putera Sampoerna Foundation. Ia juga pernah bekerja dengan WWF-Indonesia sebagai Manajer Senior Komunikasi dan Penjangkauan. Sakti memiliki gelar Post Graduate Diploma in Business and Administration (PGDipBusAdmin) dari Massey University, Palmerston North, Selandia Baru dan MBA dari Monash University, Melbourne, Australia. Ia memperoleh gelar sarjana dari Institut Pertanian Bogor (IPB) jurusan Klimatologi. 

WAHJUDI WARDOJO, Penasihat Senior untuk Kebijakan Terestrial

Wahjudi Wardojo lahir di Tuban, Indonesia pada tahun 1950. Ia lulus dari jurusan Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Indonesia dan Michigan State University, East Lansing, Amerika Serikat untuk pendidikan pasca sarjananya. Setelah pensiun dari Kementerian Kehutanan, kini ia menjabat sebagai Penasihat Senior untuk Kebijakan Terestrial TNC Indonesia. Di posisi ini ia bekerja sama dengan Tim Kebijakan Iklim Internasional TNC di tingkat internasional, regional, dan nasional serta memberi saran pada TNC dalam mengembangkan Program Karbon Hutan Berau pada khususnya dan Program Indonesia pada umumnya. Atas nama TNC, ia jusa anggota dari Oversight Committee for Debt for Nature Swap Project dibawah Tropical Forest Conservation Act 2 (TFCA 2), untuk Kalimantan. Ia jusa anggota United Nations on Sustainable Development Solutions Network (SDSN), Indonesia Chapter (2013), serta anggota dari Netherlands Academy on Land Governance (LANDac)’ Land Forum dari Utrecht University, Belanda (2013).

TRI SOEKIRMAN, Direktur Komunikasi dan Pemasaran

Tri Soekirman bergabung dengan TNC Indonesia pada tahun 2003 untuk memimpin upaya komunikasi Program Kelautan Indonesia, terutama memberikan strategi dan arahan bagi program komunikasi, penjangkauan dan program pendidikan konservasi. Ia juga mengkoordinasikan kerja kemitraan dan bersama dengan Tim Kemitraan Indonesia mendukung para manajer program dalam memilih, mengelola dan mengevaluasi kemitraan. Ia membawa pengalaman di bidang komunikasi dan hubungan  masyarakat selama lebih dari 20 tahun, pernah bekerja dengan perusahaan manajemen persepsi global Burson-Marsteller, SIMA PR and Marketing Services, dan Monsanto Indonesia. Soekirman memperoleh gelar S1 di bidang Sosiologi dari Universitas Indonesia.