Bentang Darat

Setiap tahun, sekitar 13 juta hektar hilang akibat deforestasi. Sebagian besar akibat pembalakan liar. Lebih dari 30 persen kayu gelondongan dan kayu lapis yang diperdagangkan di seluruh dunia patut dicurigai asalnya. Sebagian hutan lainnya dibuka untuk menjadi lahan pertanian dan aktivitas pembangunan lainnya.

Hutan yang tersisa telah terfragmentasi sehingga kemampuannya sebagai penopang kehidupan liar dan penyedia air bersih bagi manusia berkurang. Deforestasi juga menyumbang 20 hingga 25 persen dari seluruh polusi karbon yang menyebabkan perubahan iklim global dan berkontribusi pada pemiskinan masyarakat yang sangat tergantung pada hutan.

TNC Program Indonesia bekerja pada semua tingkatan untuk terus mendorong upaya pelestarian hutan. Dari Taman Nasional Lore Lindu, tempat dimana kami membantu menciptakan dan menerapkan kurikulum konservasi, hingga pemerintah – dimana para ilmuwan kami membantu menggalang dukungan bagi prakarsa percepatan perubahan, TNC menyusun kerangka kerja baru untuk konservasi hutan.

Program Karbon Hutan Berau (PKHB) yang didukung oleh TNC Program Indonesia adalah kemitraan antara pemerintah kabupaten, provinsi dan nasional, dengan partisipasi dan dukungan dari masyarakat lokal, LSM lain, pihak swasta, dan universitas. Program ini meliputi strategi pengembangan rendah karbon yang terintegrasi di tingkat kabupaten untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi seraya melindungi hutan dan
Daerah Aliran Sungai (DAS) yang kritis.

PKHB dinyatakan sebagai percontohan REDD+ di tingkat kabupaten pada Januari 2010 oleh Menteri Kehutanan. PKHB bertujuan untuk mengurangi emisi karbon di kabupaten menjadi 10 juta ton pada akhir tahun 2015 melalui berbagai strategi termasuk pengelolaan hutan oleh masyarakat.

Strategi program teresterial TNC Program Indonesia untuk melindungi hutan tempat kita bergantung adalah:
• Tata kelola sumberdaya alam berbasis komunitas: memperkuat pelibatan masyarakat dalam tata kelola sumberdaya alam yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan taraf hidup mereka.
• Pemanfaatan sumberdaya oleh perusahaan secara berkelanjutan: mendukung upaya-upaya pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan, terutama oleh industri HPH dan perkebunan kelapa sawit.
• Tata kelola lahan konservasi: membangun contoh dan pendekatan untuk tata kelola kawasan yang dilindungi, terutama hutan lindung dan ekosistem yang penting.
• Konservasi spesies terancam punah: mendukung upaya konservasi spesies yang terancam punah, terutama orangutan, melalui penelitian ilmiah, kebijakan, dan tata kelola yang baik.
• Inisiatif yuridiksi hutan dan iklim: menampilkan pendekatan yurisdiksi dalam pembangunan hijau di tingkat kabupaten.

Karena berbagai faktor dan ancaman terus membahayakan hutan dunia, TNC mengambil tindakan sekarang untuk melindungi hutan tempat kita bergantung. Ketahui apa yang bisa kita lakukan untuk melindungi hutan.

Seekor orangutan bergelayutan di cabang pohon. (c) Don Bason/ TNC

Orangutan_Don Bason_419

Orangutan’s Forest: Laman Anyar untuk Kampanye Global Penyelamatan Orangutan

Karst Sangkulirang-Mangkalihat. (c) Djuna Ivereigh

Karst Sangkulirang_Djuna_419

Pemprov Kaltim Mendukung Perlindungan Karst Sangkulirang Mangkalihat dan dan Pengelolaan Hutan Desa Berau