Modul Pariwisata dan Adaptasi Perubahan Iklim Raja Ampat

Raja Ampat school_NAP

Modul lingkungan hidup lokal yang memfokuskan pada pariwisata dan adaptasi perubahan iklim mulai digagas di Raja Ampat, menyusul penerapan Modul Pendidikan Lingkungan Hidup. (c) Nugroho Arif Prabowo/ TNC

Raja Ampat sebagai salah satu surga dunia wisata sudah mulai dikenal para wisatawan dari dalam dan luar negeri. Pariwisata Raja Ampat mulai menggeliat. Untuk mempersiapkan masyarakat lokal dengan pembangunan wisata dan dampak yang dapat mempengaruhi lingkungan, Dinas Pendidikan Kabupaten Raja Ampat, Dinas Pariwisata Kabupaten Raja Ampat, dan The Nature Conservancy Indonesia (TNC) mulai menyusun modul lingkungan hidup lokal bagi siswa sekolah dasar yang memfokuskan pada pariwisata dan adaptasi perubahan iklim.

Sebelumnya modul tentang lingkungan sudah diluncurkan pada bulan Mei 2016. Pemerintah Kabupaten Raja Ampat berharap modul ini dapat dikembangkan lebih jauh dengan memasukkan materi pariwisata dan adaptasi perubahan iklim. Modul ini rencananya akan diluncurkan pada bulan Mei 2017.

Kepulauan Raja Ampat berada di jantung segitiga terumbu karang dunia (the Coral Triangle) yang merupakan pusat keanekaragaman kelautan dunia. Data menunjukkan bahwa Raja Ampat adalah rumah bagi 75% karang dunia dengan 553 spesies karang dan 1.437 spesies ikan karang. Perairannya yang kaya merupakan sumber pakan dan pencaharian bagi lebih dari 40.000 orang penduduknya. Masyarakat lokal memiliki ikatan budaya dan hak kepemilikan tradisional pada perairan dan daratan. Dengan kondisi demikian, sangatlah penting untuk memperkenalkan dan mengintegrasikan pendidikan lingkungan pada generasi muda sebagai bagian dari tema pelajaran sains di sekolah.

Comments :