Mengangkat Kearifan Lokal Nempung Cama Riang Tacik untuk Melindungi Sumber Daya Kelautan di Kampung Nangabere, Manggarai Barat

Nempung Cama_BK

Revitalisasi Nempung Cama Riang Tacik, sebuah aturan lokal berbasis adat, untuk melindungi sumber daya kelautan. (c) Benjamin Kahn/ APEX Environmental

Pada Bulan September 2016, Yayasan Komodo Indonesia Lestari (Yakines) melalui program pendanaan dari The Nature Conservancy (TNC) merevitalisasi Nempung Cama Riang Tacik sebagai aturan lokal berbasis adat untuk melindungi sumber daya kelautan yang ada di Desa Nangabere Kabupaten Manggarai Barat yang masuk kedalam zona inti dari Taman Nasional Perairan Laut Sawu (TNPLS). Penandatanganan kearifan lokal ini dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dan Masyarakat Nangabere.

Acara ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan serta Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Wakil bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, PhD pada kegiatan tersebut menyatakan komitmennya untuk mendukung aktivitas konservasi di Desa Nangabere dengan melakukan rangkaian penguatan kapasitas untuk memperkaya ketrampilan dan pengetahuan masyarakat yang telah diinisiasi oleh TNC dan Yakines.

Nempung Cama Riang Tacik adalah salah satu program TNC pada tahun 2015 – 2016 yang bertujuan merevitalisasi dan mengadopsi kearifan lokal untuk mendukung pengelolaan konservasi kelautan di TNPLS. Nempung Cama Riang Tacik dimulai dengan serangkaian diskusi antara pemangku kepentingan di desa seperti pemimpin adat, tokoh agama, kelompok perempuan, dan pemerintah Kabupaten Manggarai Barat untuk menyelaraskan aturan adat dengan aturan pemerintah. Tak hanya upaya perlindungan, TNC juga mendukung pengembangan mata pencaharian alternatif seperti pertanian organik pesisir, antara lain bawang merah dan semangka serta usaha bersama simpan pinjam dan usaha mikro kelompok perempuan pesisir.

Comments :