Kami bekerja dengan Anda untuk menciptakan efek positif di lebih dari 30 negara, termasuk di Tanah Air kita.

Yang Terbaru

Berita lainnya »

Wilayah Kerja Kami

Nusa Tenggara

Jika dilindungi dengan tepat, kawasan Nusa Tenggara bisa menjadi tempat perlindungan penting bagi mamalia laut dan ikan.

Berita Terbaru di Nusa Tenggara
Dengan gembira The Nature Conservancy melaporkan bahwa  rancangan untuk sebuah jaringan Kawasan Laut Lindung yang mencakup seluruh wilayah ekologi di Nusa Tenggara telah selesai. Rancangan baru ini akan menghubungkan kawasan lindung yang ada dengan puluhan Daerah Perlindungan Laut yang baru dan, saat selesai, akan mencakup 9,7 juta hektar terumbu karang dan jurang laut dalam antara Bali dan Timor Timur.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Kementrian Kelautan dan Perikanan Indonesia dan Kementrian Kehutanan serta Kementrian Pertanian dan Perikanan Timor Leste. Kami berharap bisa bekerja bersama dengan mereka untuk mewujudkannya.


Membentang dari Bali hingga Timor Leste, dengan luas lebih dari 110 juta hektar, wilayah Nusa Tenggara meliputi pulau-pulau kecil yang dikelilingi oleh terumbu karang sangat indah yang penuh dengan kehidupan laut seperti pari manta, paus dan penyu laut.

Selain menyediakan sumber daya tak terbarukan kepada masyarakat setempat, kawasan ini juga sangat penting dari sisi ekologis pada skala global. Berada di pertemuan Samudra Hindia dan Pasifik, dan gabungan kondisi yang unik – termasuk kedalaman palung, arus dan suhu – membuat Nusa Tenggara sebagai pusat kekayaan bagi kehidupan laut.

Meskipun pulau-pulaunya tidak padat penduduk, perairan di sini secara serius terancam oleh penangkapan ikan dan perburuan penyu secara berlebihan – sering dilakukan oleh nelayan yang datang berduyun-duyun dari daerah lain yang telah kehabisan ikan akibat penangkapan yang tidak berkesinambungan.

Bahkan, jika dilindungi dengan tepat, kawasan Nusa Tenggara bisa menjadi tempat perlindungan penting bagi mamalia laut dan ikan, di tengah perubahan iklim global. Hal ini tidak hanya menjadikannya penting bagi satwa liar – tetapu juga menjadi masalah kelangsungan hidup bagi jutaan orang yang hidupnya bergantung pada laut.

The Nature Conservancy dan mitra bekerja dengan masyarakat di Nusa Tenggara untuk melestarikan sumber daya laut mereka melalui pendirian jaringan kawasan perlindungan laut terhubung, proyek-proyek mata pencaharian alternatif dan strategi inovatif lainnya.

Bertahan dengan Kuat
Penyelam dari seluruh dunia datang berduyun-duyun untuk melihat kehidupan laut yang spektakuler di Nusa Tenggara, tetapi mereka juga diperingatkan tentang arus yang sangat kuat di perairan tersebut. Arus ini, dikombinasikan dengan tebing bawah laut yang curam, menyebabkan arus air dingin  -  faktor yang sangat mungkin menjadi kunci terlindungnya terumbu karang di wilayah ini dan membuatnya tahan terhadap ancaman dari peningkatan suhu permukaan air laut, terkait dengan perubahan iklim.

Dirancang untuk Bertahan
The Nature Conservancy bekerja sama dengan berbagai mitra lokal – termasuk pemerintah, masyarakat lokal dan universitas – untuk merancang jaringan untuk Kawasan Perlindungan Laut (Marine Protected Areas/MPA) di kawasan ekologi Nusa Tenggara berdasarkan ilmu pengetahuan terbaik yang ada dan membangun area yang diidentifikasi sesuai untuk konservasi oleh pemerintah daerah. Jaringan MPA melindungi dan mengembalikan ketahanan laut dan habitat pesisir dengan cara yang menguntungkan kehidupan laut; serta menjaga perikanan yang menopang perekonomian setempat.

Selain membuat rancangan ilmiah, TNC juga:

  • Memberi pelatihan kepada lembaga pemerintah daerah dan nasional, universitas lokal, lembaga penelitian kelautan, masyarakat setempat, LSM dan industri perikanan dan pariwisata di daerah lokasi MPA, tentang pentingnya MPA dan bagaimana memastikan bahwa mereka mendapatkan hasil yang tepat.
  • Menganjurkan instansi pemerintah nasional dan provinsi tentang bagaimana menyelaraskan perencanaan pesisir dan laut dengan rancangan jaringan MPA. Ini termasuk pelatihan dan masukan teknis tentang kebijakan dan desain MPA.
  • Bekerja di tiga proyek yang ada di Nusa Tenggara (Taman Nasional Komodo, Nusa Penida dan Laut Sawu), dan dengan Pemerintah Timor Leste dalam memberikan saran teknis tentang manajemen sumber daya perikanan dan kelautan.

Melalui proyek ini, kami dapat membantu secara langsung melindungi ekosistem utama dan memperoleh kepercayaan dari pemerintah dan masyarakat di semua wilayah – factor-faktor yang bisa kita gunakan untuk memacu konservasi hingga ke luar situs-situs proyek tersebut.

Pelajari lebih lanjut tentang proyek The Nature Conservancy di Nusa Tenggara.

Taman Nasional Komodo
Terletak di pusat pemandangan laut Nusa Tenggara, perairan Komodo adalah habitat bagi 1.000 spesies ikan, 260 terumbu karang besar, 70 bunga karang, ikan paus, lumba-lumba, penyu dan satwa komodo yang terkenal. Tapi lebih dari satu dekade lalu, Taman Nasional Komodo mengalami degradasi sumber daya alam akibat aktivitas manusia. The Nature Conservancy dan mitranya telah menerapkan strategi kreatif yang melindungi keanekaragaman hayati dan memungkinkan orang untuk mendapatkan manfaat dari taman nasional secara berkesinambungan – termasuk ekoturisme dan mata pencaharian alternatif.

Nusa Penida
Di sisi barat daya dari Segitiga Karang (Coral Triangle), Nusa Penida berada tak jauh dari Bali. Keragaman kehidupan yang luar biasa di sini mendukung masyarakat setempat melalui pariwisata, perikanan dan budidaya rumput laut. Ancaman utama terhadap ekosistem terumbu karang di Nusa Penida adalah pengembangan pesisir dan penangkapan ikan yang berlebihan karena posisinya yang dekat dengan pusat populasi dan pusat pariwisata Indonesia, Bali. The Nature Conservancy bekerja sama dengan mitra untuk mendukung pemerintah daerah dalam membangun MPA seluas 25.000 hektar.

Laut Sawu
Dikelilingi oleh gugusan pulau-pulau dan pesona laut yang indah, Laut Sawu terletak di ujung timur dari daerah ekologi Nusa Tenggara dan memiliki luas  8,6 juta hektar.Laut Sewu merupakan habitat vital dan jalur migrasi bagi 14 jenis paus, termasuk paus biru dan paus sperma yang langka. The Nature Conservancy diundang untuk membantu mendesain dan mengimplementasi jaringan MPA yang saling terhubung di Laut Sawu, bekerja sama dengan Kementrian Kelautan dan Perikanan, pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dan WWF-Indonesia.